MENGENAL PENANGANAN HENTI JANTUNG MENDADAK

Penanganan henti jantung mendadak – Henti jantung mendadak, menurut alodokter.com, adalah kondisi di mana jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh. Secara sederhana, ini adalah kondisi di mana jantung berhenti berdetak dan beraktivitas sebagaimana biasanya jantung bekerja.

Henti jantung mendadak bisa terjadi kapan pun. Menariknya, masalah kesehatan ini kadang tidak ditandai dengan gejala. Seperti namanya; mendadak.

Yang menjadi perhatian khusus dari henti jantung mendadak adalah dampaknya. Ya, dikutip dari hellosehat.com, salah satu dampak yang paling menyita perhatian adalah kematian, kerusakan organ, hingga kerusakan otak permanen.

Saat jantung berhenti berdetak, darah tidak akan terpompa ke seluruh tubuh. Ini membuat beberapa organ kehilangan fungsi dan berujung kerusakan.

Hilangnya fungsi dan kerusakan organ tentu sangat membahayakan. Kondisi ini bisa berdampak di masa yang akan datang. Bahkan bisa membuat penderita mengalami cidera organ yang berkepanjangan. Tapi di luar daripada itu, kematian adalah hal yang sangat menyita perhatian. Sebab saat henti jantung mendadak, menderita memiliki resiko yang sangat besar untuk kehilangan nyawa.

READ  BENARKAH HEMATURIA ADALAH PENYAKIT YANG BERDAMPAK SERIUS BAGI TUBUH?

Lantas, kapan harus menghubungi dokter? Secepat yang orang yang di sekitar Anda bisa. Ini adalah kondisi gawat darurat. Jika tidak ditangani dengan benar, Anda (penderita) bisa kehilangan nyawa.

Kenapa harus mengandalkan orang di sekitar Anda? Sebab pada kondisi ini Anda akan kehilangan kesadaran.

Penanganan henti jantung mendadak juga tidak bisa dilakukan sembarang; harus cepat, juga tepat. Penanganan yang asal-asalan tidak akan berdampak pada gangguan kesehatan ini. Justru sebaliknya, itu hanya akan membuang waktu dan membuat penanganan yang benar. Akibatnya, penderita bisa mengalami kerusakan organ, bahkan kematian.

PENANGANAN HENTI JANTUNG MENDADAK

Kami telah menghimpun beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk masalah henti jantung mendadak. Penanganan ini bisa diambil bilamana Anda atau orang di sekitar Anda mengalami henti jantung.

READ  MENGENAL PENYEBAB HEMATURIA

Tentu saja penanganan yang dimaksud adalah penanganan yang dilakukan dengan melibatkan tenaga medis.

Untuk penanganan pertama, penderita akan diberikan CPR dan kejut listrik selama proses perjalanan ke rumah sakit. Ini dilakukan untuk mengaktifkan kembali detak jantung yang berhenti. Setelah jantung kembali berdetak pasien akan diberikan penanganan dan perawatan intensif.

Pada beberapa kasus pasien akan diberikan alat bantu pernapasan. Ini karena pada kondisi tertentu pasien henti jantung mendadak mengalami kesulitan bernapas.

Selain penanganan tadi, ada beberapa pengobatan yang dilakukan untuk masalah henti jantung mendadak. Rangkaian pengobatan ini dilakukan untuk mencegah henti jantung kembali terjadi. Dan pengobatan yang dimaksud antara lain:

  1. Pemberian obat-obatan

Hellosehat.com menjelaskan bahwa metode ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang berguna untuk menjaga irama jantung. Pengobatan ini dilakukan manakala kondisi pasien sudah sembuh. Adapun obat yang biasa diberikan adalah obat antiaritmia.

  1. Implan alat kejut jantung
READ  MENGENAL GEJALA DARI HEMATURIA

Ini adalah alat yang ditanamkan dalam jantung. Posisinya berada di sebelah kiri. Fungsi dari alat ini adalah mendeteksi irama jantung tidak wajar dan akan secara otomatis memberi kejut listrik saat diperlukan.

  1. Pemasangan ring jantung

Dokter akan memasangkan ring untuk memastikan pembuluh darah arteri tidak tersumbat dan memastikan pembuluh darah tersebut tetap terbuka.

  1. Ablasi jantung

Prosedur ini dilakukan dengan menghambat jalur arus listrik. Penanganan ini dilakukan untuk mencegah aritmia (gangguan irama jantung) muncul kembali.

  1. Operasi bypass jantung

Operasi ini dilakukan dengan penambahan pembuluh darah baru untuk menggantikan pembuluh darah yang tersumbat.

Itulah beberapa penanganan henti jantung mendadak. Penanganan di atas dilakukan dengan melibatkan tenaga medis.

 

Sumber gambar hellosehat.com